Gejala Lansia Alami Malnutrisi dan Cara Mencegahnya

Seiring bertambahnya usia, semakin banyak penyakit yang diderita. Biasanya ditunjukkan apa itu penyakit degeneratif atau sulit disembuhkan. Meskipun orang tua juga berpotensi menderita kekurangan gizi, yang menyebabkan berkurangnya fungsi fisik, kualitas hidup, dan kesejahteraan mental. Sebagai seorang bayi, penting untuk dicatat bahwa asupan gizi tercapai di usia tua.

Suplemen nutrisi tidak hanya untuk kesehatan. Tetapi juga fungsi fisik, kualitas hidup dan kesejahteraan jiwa. Dan penyebab malnutrisi juga multi-faktorial, kata Purwita Wijaya Laksmi, seorang spesialis geriatrik di Nestle Boost Optimum Event untuk mengundang orang lanjut usia Indonesia untuk bermimpi terlambat di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 11 November 2019.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan malnutrisi termasuk kebersihan mulut yang buruk, kehilangan nafsu makan, masalah menelan, efek samping dari pengobatan, infeksi dan demensia. Masalah dengan gizi buruk juga dapat disebabkan oleh faktor sosial seperti depresi, hidup sendiri, mobilitas berkurang dan isolasi sosial. Seperti makan sendirian dan makan bersama hanya di akhir pekan mempengaruhi hal itu, katanya. Orang yang pernah menderita kekurangan gizi biasanya ditandai dengan kehilangan massa otot (sarkopenia), pengurangan lemak di bawah kulit, penurunan berat badan 5 persen dari berat aslinya.

Tanda-tanda lain yang bisa dilihat adalah tulang yang menonjol, bibir pecah-pecah yang berlubang di bawah mata, rambut rontok kusam dan ringan, kulit kendur, terkelupas, dan ada akumulasi cairan di bawahnya. Untuk mencegahnya, Anda bisa memasukkan penyerapan nutrisi makro seperti karbohidrat, lemak dan protein, serta mikro, yaitu vitamin dan mineral. Jadi nutrisi mikro dan makro tetap seimbang.

No Comments

Leave a Comment